
PASANGKAYU – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta membentuk generasi muda yang berkarakter, Sat Binmas Polres Pasangkayu melaksanakan kegiatan penyuluhan dan edukasi kamtibmas di Pondok Pesantren Syaifuddin dan Pondok Pesantren Al-Jahariyah, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.45 WITA tersebut dilaksanakan oleh personel Sat Binmas Polres Pasangkayu dengan melibatkan pimpinan pondok pesantren, dewan ustaz dan ustazah, serta para santriwan dan santriwati.
Dalam penyuluhan tersebut, personel Sat Binmas menyampaikan sejumlah materi penting yang berkaitan dengan kenakalan remaja di lingkungan sekolah dan pesantren, bahaya radikalisme, serta ancaman penyalahgunaan narkoba.
Pada materi kenakalan remaja, para santri diberikan pemahaman mengenai bahaya perundungan (bullying), tawuran, pengeroyokan, pencurian, pelanggaran disiplin, hingga perundungan melalui media sosial. Para santri diingatkan bahwa tindakan kekerasan bukanlah bentuk kedisiplinan atau solidaritas, melainkan perilaku yang dapat merugikan orang lain dan berujung pada konsekuensi hukum.
Selanjutnya, Sat Binmas memberikan edukasi tentang bahaya paham radikalisme yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Para santri diajak untuk bijak dalam menerima informasi, tidak mudah terpengaruh ajakan yang mengarah pada kekerasan, serta mengonfirmasi setiap informasi keagamaan kepada guru atau ustaz yang kompeten dan tepercaya.
Materi mengenai bahaya narkoba juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Personel Sat Binmas menjelaskan dampak penyalahgunaan narkotika terhadap kesehatan, masa depan, dan kehidupan sosial, sekaligus mengingatkan para santri agar berani menolak segala bentuk ajakan menggunakan maupun mengedarkan narkoba.
Sat Binmas juga mengajak para santri untuk memperkuat keimanan, menjaga pergaulan, mengendalikan emosi, serta membangun keberanian untuk melaporkan apabila mengetahui adanya tindakan perundungan, penyalahgunaan narkoba, atau aktivitas mencurigakan kepada pihak pondok pesantren maupun kepolisian.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri tidak hanya memahami bahaya kenakalan remaja, radikalisme, dan narkoba, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman, damai, disiplin, dan bebas dari kekerasan.
Pimpinan Pondok Pesantren Syaifuddin dan Al-Jahariyah juga diharapkan terus memperkuat pengawasan serta pembinaan terhadap para santri, termasuk pengawasan penggunaan telepon genggam dan aktivitas sehari-hari, sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai perilaku yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan pesantren.
Kasat Binmas Polres Pasangkayu, IPTU Suardi, S.H., menegaskan melalui kegiatan penyuluhan ini pentingnya sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan keagamaan dalam membina generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, berwawasan kebangsaan, serta mampu menjauhi perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Sat Binmas Polres Pasangkayu berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif serta melindungi generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan dan pergaulan.
Polres Pasangkayu – Hadir untuk Melindungi, Mengayomi, dan Melayani Masyarakat.


















